<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664</id><updated>2011-04-21T20:00:48.801-07:00</updated><category term='Unpublished Articles'/><category term='Security Journal'/><title type='text'>Menuju Keselamatan Umat</title><subtitle type='html'>Semua artikel dalam blog ini adalah kompilasi artikel penulis yang dimuat Security Journal. Tidak disarankan sebagai referensi ilmiah.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-8093114430107110100</id><published>2008-02-13T00:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T01:02:13.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>Sanksi Uni Eropa: Pertaruhan Penerbangan Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Uni Eropa pada Juni 2007 lalu mengeluarkan larangan bagi maskapai Indonesia untuk melayani jalur penerbangan ke Eropa terhitung 6 Juli 2007. Uni Eropa menilai serangkaian kecelakaan penerbangan yang dialami oleh maskapai penerbangan Indonesia menunjukkan buruknya manajemen pengelolaan keselamatan penerbangan di Indonesia. Lembaga konsultan Ascend yang berbasis di London pada Maret 2007 lalu mengeluarkan penilaian terhadap rating kecelakaan pesawat di setiap negara. Indonesia memiliki rating 3,77 kecelakaan untuk setiap satu juta take off dalam tiga tahun terakhir. Rating ini jauh melampaui rating global yang hanya mencapai 0,25 kecelakaan untuk setiap satu juta take off dalam tiga tahun terakhir. Pada saat yang bersamaan Departemen perhubungan mengeluarkan daftar peringkat maskapai penerbangan domestik. Hasilnya, tidak ada maskapai penerbangan yang berada di peringkat teratas dalam hal aplikasi keamanan dan keselamatan penerbangan. Hasil rating ini menjadi diskusi hangat di berbagai forum penerbangan internasional dan seolah menjadi pembenaran bahwa pemerintah Indonesia gagal memberikan jaminan keselamatan penerbangan sehingga perlu diberikan sanksi agar melakukan perbaikan terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kondisi ini bukan tidak mungkin sebenarnya bermula dari kalangan industri penerbangan  global yang mendesak para pengambil kebijakan politik global untuk menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia. Faktor kebijakan politik global ini tidak hanya menghantui Indonesia, namun juga negara-negara berkembang lain yang terkena sanksi larangan terbang. Acuan standar aplikasi teknologi pesawat terbang dan dunia penerbangan saat ini masih mengarah kepada dua kubu, yakni Amerika Serikat atau Eropa. Oleh karenanya, setiap kebijakan yang berkenaan dengan regulasi internasional umumnya selalu dibayangi oleh kepentingan-kepentingan bisnis global. Sebagaimana diketahui, saat ini persaingan bisnis dua produsen pesawat terbang sipil berbadan lebar di dunia sangatlah ketat dan bukan tidak mungkin dampak dari persaingan keduanya akan mempengaruhi masa depan maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia melalui aksi-aksi lobi di lembaga internasional guna meluluskan satu kebijakan seperti sanksi larangan penerbangan dari Uni Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sanksi dan proses perbaikan standar penerbangan secara tidak langsung mendorong maskapai-maskapai penerbangan yang ada di Indonesia untuk mengganti pesawat-pesawat tua mereka dengan pesawat baru. Artinya, para pelaku usaha penerbangan di Indonesia berada dalam posisi terjepit karena pesawat-pesawat tua sulit untuk memenuhi standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Mereka dibayangi kemungkinan terburuk berupa dicabutnya izin perusahaan karena tidak ada pesawat yang laik terbang atau kebangkrutan karena tidak sanggup membayar cicilan pesawat baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Introspeksi. Itulah sepotong kata yang dikeluarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi dilarangnya pesawat dari maskapai Indonesia untuk terbang di wilayah Eropa oleh Uni Eropa. Ini tentunya menunjuk langsung kepada sejauh mana aparat pemerintah dan maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia telah memenuhi standar dan kriteria keamanan dan keselamatan penerbangan internasional. Semoga saja maskapai penerbangan di Indonesia tidak terlena dengan daftar peringkat Departemen Perhubungan yang akan dikeluarkan secara rutin. Ini dikarenakan safety dan security dalam dunia penerbangan diawali dari kebijakan internal maskapai penerbangan. Garis besarnya, berdiri dan bertahannya bisnis penerbangan akan sepenuhnya berkaitan dengan aturan-aturan penerbangan yang berlaku. Inilah tantangan pertama dunia penerbangan Indonesia. Apakah maskapai penerbangan akan menjalankan standar keselamatan mereka untuk semata memperoleh peringkat baik dari pemerintah atau komitmen kuat dari manajemen?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Tantangan kedua adalah bagaimana kesiapan pemerintah dan maskapai penerbangan nasional dalam menghadapi tekanan perang bisnis penerbangan global? Saat ini maskapai-maskapai penerbangan Indonesia tengah di dorong ke dalam satu ikatan bertajuk perencanaan regional di bidang keselamatan penerbangan untuk menjamin pelayanan navigasi penerbangan yang harmonis di kawasan Asia Pasifik. Ini sebenarnya satu “paksaan” bagi maskapai penerbangan Indonesia, terutama sekali menjelang liberalisasi penerbangan ASEAN pada tahun 2010. Maskapai penerbangan terbaik tahun 2006, menurut lembaga konsultasi Ascend, adalah maskapai penerbangan China, dan maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara tahun 2006, bukan salah satu maskapai penerbangan dari Indonesia. Artinya, seluruh maskapai penerbangan Indonesia akan berhadapan dengan maskapai-maskapai raksasa di kawasan Asia Pasifik. Dengan potensi penumpang penerbangan domestik yang mencapai 35 juta orang dan potensi penumpang penerbangan internasional yang mencapai 12 juta setiap tahunnya, Indonesia jelas memiliki potensi pasar penerbangan besar yang selama ini, menurut penilaian lembaga internasional, dikelola dengan cara yang buruk oleh pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Transportasi udara memegang peranan penting untuk menunjang sektor-sektor pembangunan di Indonesia. Dengan berbagai kelebihannya dibandingkan sarana transportasi lainnya, penerbangan memiliki peran sebagai sarana memperlancar roda perekonomian nasional, mempererat hubungan antar daerah, penghubung antar wilayah, dan mendorong datangnya investasi ke daerah-daerah. Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan sebuah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh maskapai penerbangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Potensi terjadinya kecelakaan pesawat udara akan selalu ada karena ini adalah sebuah unexpected loss dalam bisnis penerbangan. Introspeksi dari para operator jasa penerbangan dalam menerapkan standar keselamatan yang baik akan menunjang kesiapan pemerintah dalam mematahkan sanksi Uni Eropa serta tekanan dunia penerbangan internasional terhadap kualitas keselamatan penerbangan di Indonesia. Ini tentunya akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di mana wisatawan dan investor tidak takut untuk beraktivitas dengan maskapai penerbangan domestik untuk datang ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Perbaikan dalam hal ekonomi tentunya akan meningkatkan ketahanan bangsa dalam menyikapi perubahan global di lingkungannya. (*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Security Journal Volume IV/7/Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-8093114430107110100?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/8093114430107110100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=8093114430107110100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8093114430107110100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8093114430107110100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/sanksi-uni-eropa-pertaruhan-penerbangan.html' title='Sanksi Uni Eropa: Pertaruhan Penerbangan Nasional'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-1987346396778419891</id><published>2008-02-12T23:43:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T23:58:18.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>Tantangan Pengamanan VIP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang sejarahnya, serangan terhadap tokoh penting selalu muncul secara tidak diduga. Pelaku merencanakan aksinya dengan teliti, sehingga jarang sekali gagal mengenai sasarannya. Masih ingat kasus penembakan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dan pengusaha Boedyharto Angsono? Pembunuhan bergaya gangster ini menunjukkan adanya perencanaan matang di balik aksi para pelaku, termasuk melakukan pengamatan ala intelijen untuk memperoleh informasi akurat yang dapat mendukung aksi mereka.&lt;br /&gt;Aksi pembunuhan terhadap public figure atau orang berstatus VIP merupakan tantangan serius bagi penyedia jasa pengawalan VIP. Pengawal bersenjata api tidak sepenuhnya menjamin keselamatan nyawa orang yang dilindunginya. Hal ini dikarenakan perlindungan terbaik justru dilakukan dengan mewaspadai lingkungan sekitar lokasi untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan yang membahayakan tugas pengawalan.&lt;br /&gt;Satu contoh klasik diacuhkannya aktivitas pengintaian musuh adalah peristiwa terbunuhnya bankir Jerman Barat, Alfred Herrhausen, pada 30 November 1989. Pasukan Brigade Merah, kelompok teroris yang bertanggung jawab terhadap serangan tersebut, mempersiapkan aksi pembunuhan Herrhausen dengan matang termasuk kerja-kerja pemantauan terhadap aktivitas korban.&lt;br /&gt;Aksi pembunuhan terhadap Herrhausen sebenarnya dapat diperkirakan sejak awal. Pada 1 Oktober 1989 hingga 18 Okober 1989, kelompok teroris menyamar sebagai pekerja konstruksi jalan yang jaraknya hanya 500 meter dari rumah Herrhausen. Tidak seorangpun mempertanyakan keabsahan proyek tersebut ke pemerintah kota. Pada hari penyerangan, Herrhausen berada di dalam kendaraan anti peluru dengan sejumlah pengawal bermobil di depan dan belakang mobilnya. Herrhausen terbunuh ketika sebuah tas berisi bom yang terikat pada sebuah sepeda meledak. Sepeda tersebut terletak di tepian jalan yang dilalui Herrhausen. Supir yang terlatih bela diri dan kendaraan anti peluru ternyata tidak dapat melindungi nyawa Herrhausen.&lt;br /&gt;Sepeda yang meledak adalah bagian terpenting dari peristiwa tersebut. Kelompok teroris mendesain sebuah sepeda agar tidak terlihat mencurigakan bila dipergunakan di kawasan elite. Mereka menempatkan sepeda berharga mahal di tepian jalan yang jaraknya hanya 100 meter dari tempat parkir khusus sepeda selama seminggu, mengambilnya kembali, dan menempatkannya lagi di lokasi yang sama. Sekali lagi, tidak ada pertanyaan kenapa sebuah sepeda mahal dibiarkan tergeletak di tepian jalan tanpa kejelasan siapa pemiliknya.&lt;br /&gt;Tujuan utama mendeteksi pengintaian adalah membaca kemungkinan serangan dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak berkembang terlalu jauh. Satu contoh lain adalah pembunuhan George Besse, President Renault Cars, pada 17 November 1986 ketika akan memasuki apartemennya sendiri. George Besse ditembak oleh dua orang yang bersembunyi di semak-semak yang tumbuh di sekitar apartemennya.&lt;br /&gt;Sebuah kelompok teroris Perancis, Action Direct, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Aparat kepolisian, pada bulan Maret 1987, memeriksa sebuah rumah pertanian di Perancis yang dicurigai sebagai markas Action Direct. Di dalam rumah tersebut mereka menemukan 60 kaset-kaset video tentang Besse dan pengusaha-pengusaha ternama Perancis lainnya. Kaset-kaset video ini merupakan penemuan penting karena menunjukkan aktivitas keseharian para pengusaha di dua lokasi utama, yakni rumah dan kantor mereka. Mereka kemudian beraksi berdasarkan hasil pemantauan.&lt;br /&gt;Pembunuhan Besse dan Herrhasuen hanyalah sedikit dari sekian banyak tragedi yang menunjukkan bahwa penjahat yang mengincar sasaran VIP sangat bergantung pada hasil pemantauan. Salah satu tindakan perlindungan terbaik adalah dengan menghindari rutinitas dan menyusun berbagai alternatif tindakan. Merubah jadwal rutin tokoh penting tentu bukanlah pekerjaan mudah. Mereka tidak ingin datang terlambat ke setiap pertemuan dan kerap melalui jalan yang sama.&lt;br /&gt;Para penyedia jasa pengawalan VIP tampaknya harus meyakinkan pengguna jasa mereka bahwa proses perlindungan akan lebih efektif dengan menghindari rutinitas. Apabila waktu keberangkatan dan kedatangan dapat berganti-ganti secara signifikan, maka proses perlindungan akan lebih optimal. Akan tetapi jika perbedaan waktu keberangkatan hari pertama dengan hari kedua hanya berselang 10-20 menit, maka sebenarnya tidak terlalu berdampak banyak. Perbedaan ini hanya ”menganjurkan” teroris untuk menunggu sedikit lebih lama sebelum beraksi.&lt;br /&gt;Hal lain yang harus diantisipasi adalah rute perjalanan yang terkadang sulit untuk diubah. Kondisi ini mendorong para pelaku untuk beraksi di sekitar rumah atau lokasi kerja target. Kecil kemungkinan sasaran berpindah ke banyak tempat dalam waktu singkat. Jika lingkungan tempat tinggal memiliki jumlah akses yang terbatas, maka perubahan jalur tidak dapat berpengaruh banyak. Alternatif tindakannya tentu memperkuat sistem pendeteksian terhadap lemungkinan adanya pengintaian ke arah obyek yang dilindungi.&lt;br /&gt;Jasa pengawalan VIP bukanlah jasa tukang pukul (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bouncer&lt;/span&gt;), sekalipun masih banyak orang yang mengidentikkan petugas pengaman VIP dengan tukang pukul dan preman. Ada kontrol emosi dan psikologi yang harus terus terjaga selama melakukan pengamanan, karena penyerang dapat saja melakukan tipuan untuk menguji tingkat pengamanan obyek sasarannya. Siapkah para penyedia jasa pengawalan VIP di Indonesia menghadapi tantangan yang kian hari kian nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bernstein, Richard. 1986. A French Leftist Extremist Group Says It Killed Renaults President. The New York Times. 16 December 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;The New York Times, Sunday, 17 December 1986.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;www.dw-world.de. Today in History. 30 November 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Security Journal Volume IV/1/Januari 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-1987346396778419891?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/1987346396778419891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=1987346396778419891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/1987346396778419891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/1987346396778419891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/tantangan-pengamanan-vip.html' title='Tantangan Pengamanan VIP'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-3476080868020327844</id><published>2008-02-12T23:30:00.001-08:00</published><updated>2008-02-12T23:33:50.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unpublished Articles'/><title type='text'>Mempergunakan Pagar Listrik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pagar berlistrik dipakai untuk menghasilkan aliran listrik ketika disentuh oleh manusia ataupun hewan. Sebuah komponen yang disebut “pembangkit” mengalirkan energi listrik agar dapat menjadi tenaga kejut elektrik. Satu terminal “pembangkit” mengalirkan listrik ke seluruh kawat pagar setiap detiknya. Satu terminal lainnya terhubung dengan besi yang tertanam ke dalam tanah. Manusia atau hewan yang menyentuh kawat tersebut dan berada tepat di atas tanah, maka akan merasakan kejutan yang menyakitkan akibat aliran tenaga elektrik tersebut. Efek dari kejutan tersebut tergantung pada besarnya tenaga listrik yang disalurkan dan gelombang elektrik yang dirasakan, sehingga luka yang dihasilkan sangat bervariasi mulai dari cedera ringan hingga luka bakar yang dapat berakhir dengan kematian.&lt;br /&gt;Pembangkit tenaga yang dihidupkan dengan tombol manual mengubah tenaga listrik menjadi gelombang elektrik. Gelombang ini merambat dengan jangkauan tidak terbatas dan besarnya kejutan tidak dapat diperkirakan, mulai dari kejutan kecil di kuli hingga gelombang elektrik berkekuatan 10.000 volt yang dapat turun dengan seketika bergantung kondisi pagar yang dialiri gelombang elektrik. Model tombol manual ini ternyata mudah rusak, sehingga diganti dengan sirkuit padat yang mengaktifkan gelombang elektrik dengan daya tahan yang lebih baik, namun tidak mengubah daya listrik yang dialirkan.&lt;br /&gt;Pagar listrik ini cukup populer di masa perang dunia dan masih dipergunakan hingga saat ini, walaupun popularitasnya sudah jauh menurun. Pagar listrik yang terbuat dari bahan penghantar listrik tegangan rendah yang modern mempergunakan desain yang berbeda. Kapasitor dialiri listrik oleh sirkuit padat berdasarkan hasil kontak pagar dengan manusia atau hewan. Voltase listrik berada dalam tegangan stabil dalam batas tegangan listrik. Besar gelombang elektrik yang dihasilkan lebih rendah, sekitar 10 microseconds. Desain ini dapat bekerja dengan sumber tenaga baterai atau listrik.&lt;br /&gt;Pagar listrik permanen dibangun dengan teknik pagar HT, mempergunakan kawat baja sebagai penghantar listrik. Kawat ini tidak boleh menyentuh tanah dan harus dilapisi dengan isolator yang baik. Alat “pembangkit” energi menghasilkan energi gelombang elektrik di antara dua terminal, yang merambat perlahan dan berulang setiap satu hingga dua detik. Desain ini hanya aktif bila ada hewan atau manusia yang menyentuh pagar sehingga menjadi konduktor listrik kedua terminal. Efeknya memang tidak menyenangkan, dan bagi hewan, akan menjadi peringatan agar tidak lagi mendekati kawasan tersebut.  Pagar jenis ini rendah kemungkinannya membunuh atau mencederai hewan atau manusia yang menyentuhnya, namun gelombang elektriknya mengejutkan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman saat kontraksi otot.&lt;br /&gt;Tidak seperti manusia, hewan memiliki lapisan kulit tubuh yang sangat tebal. Oleh karenanya, ketika manusia hanya sanggup menahan kejutan listrik sebesar 100 volt, maka pemilik perkebunan atau peternakan memerlukan daya listrik yang lebih besar agar dapat menghalau hewan di sekitar lokasi. Daya listrik yang besar menghasilkan gelombang elektrik yang berloncatan di udara dan menyergap lapisan kulit hewan dengan mudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pemeriksaan Pagar: Kapan dan Apa yang Diperiksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagar elektrik ada baiknya diperiksa setiap hari pada Minggu pertama setelah pagar terpasang sebagai kepastian bahwa pagar dialiri listrik. Setidaknya pemilik lokasi akan merasa tenang bahwa pagar akan bekerja baik untuk menghalau binatang dan penyusup masuk ke lokasi. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan secara rutin setiap minggunya. Akan tetapi, pemeriksaan secara rutin dalam hitungan hari diperlukan bila intensitas hewan yang melalui kawasan tersebut cukup tinggi.&lt;br /&gt;Pada saat pemeriksaan, koneksi antara sumber tenaga dengan “pembangkit” diperiksa dengan benar, begitu pula koneksi “pembangkit” ke tongkat besi yang menghunjam ke tanah dan “pembangkit ke kawat pagar. Jika semua koneksi ini tersambung, maka harus diperiksa keberadaan aliran listrik di kawat tersebut dan gunakan alat pengukur untuk memeriksa voltase listriknya. Ketika listrik mengalir di kawat-kawat pagar, terkadang ada sinyal berupa percik bunga api. Jika pagar dipasang di tempat yang luas, maka  pengujian aliran listrik dilakukan pada jarak setiap 100 meter untuk memeriksa bahwa tidak ada pagar yang rusak. Jika ada bagian pagar yang rusak, maka pemeriksaan jaringan dalam radius yang sama harus diperiksa juga. Seluruh pagar pada akhirnya harus diperiksa dan setiap bagian yang rusak dihilangkan. Selain itu, penyemprotan pestisida perlu dilakukan untuk mencegah tumbuhnya tanaman di sekitar pagar, karena tanaman yang merambat di pagar akan mengurangi tenaga listrik yang dialirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Memeriksa Kekuatan Gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah alat elektrostatik kilovolt meter, umumnya antara 0-10 kilovolt, akan memberikan petunjuk apakah pagar tersebut dialiri listrik atau tidak, dan memperkirakan kemungkinan daya rusak yang dihasilkan pagar tersebut. Oleh karenanya, tujuan pemasangan pagar harus diikuti dengan pemilihan “pembangkit” tenaga yang cocok. Misalnya, tenaga listrik harus dijaga sekitar 4-6 kilovolt. Jika tenaga turun hingga di bawah 4 kv, baterai “pembangkit” harus segera diganti dan pagar diperiksa untuk menemukan kemungkinan adanya kerusakan. Akan tetapi, volt meter tidak menunjukkan tenaga yang tersedia untuk gelombang elektrik yang mengejutkan.&lt;br /&gt;Sebuah alat joulemeter baik dalam ukuran milijoules atau joule umumnya dipergunakan untuk mengukur tenaga yang ada di pagar. Ukuran ini berguna untuk memberikan indikasi kekuatan tegangan yang akan dialami oleh hewan atau manusia yang menyentuh pagar tersebut dan besarnya tenaga listrik yang dilontarkan. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-3476080868020327844?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/3476080868020327844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=3476080868020327844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/3476080868020327844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/3476080868020327844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/pagar-listrik-tidak-bersahabat-namun.html' title='Mempergunakan Pagar Listrik'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-8432490673440112522</id><published>2008-02-12T01:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T01:30:19.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>Patroli Keamanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Tujuan patroli keamanan sederhana tetapi berguna. Patroli dikategorikan sebagai layanan yang efisien untuk mengamankan sebuah lokasi didasarkan pada alokasi waktu dan jumlah petugas yang dikerahkan. Patroli keamanan sangat ideal untuk kawasan komersial yang sepi setelah jam kerja atau kawasan dengan akses terbatas.&lt;br /&gt;Salah satu tujuan patroli adalah memantau (termasuk memeriksa) semua jalur masuk, pintu, dan jendela yang tertutup, serta melaporkannya ke pemilik lokasi bisnis. Tujuan lainnya adalah memastikan tidak ada orang atau penyusup di wilayah terbatas. Intinya adalah mencegah kerugian bisnis dan kemungkinan aksi-aksi kekerasan setelah jam kerja. Patroli keamanan sebenarnya tidak ditujukan untuk menangkap basah pelaku kejahatan karena alur pergerakan para petugasnya teratur dan terjadwal. Akan tetapi kemungkinan petugas patroli menangkap penyusup di wilayah tugasnya tetap ada.&lt;br /&gt;Patroli keamanan sebenarnya dapat menjadi alat penggentar efektif terhadap pelaku kejahatan bila petugasnya menjalankan patroli dengan benar. Cara terbaik mengukur efektifitas patroli adalah melalui waktu, bukan jarak, karena efektivitas patroli dipengaruhi oleh kemampuan fisik petugas di lapangan. Oleh karenanya, pemilik kawasan bisnis harus menghitung benar jumlah lantai dalam gedung atau gudang di satu lokasi yang harus diperiksa patroli. Ini akan mempengaruhi banyaknya unit patroli yang diperlukan dan berapa orang yang sebaiknya ditempatkan dalam satu unit patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Laporan. &lt;/span&gt;Sudah menjadi aturan umum bahwa patroli keamanan harus disertai oleh laporan aktivitas dan kejadian yang ada di lokasi patroli. Aturan mainnya adalah, jika tidak ada laporan patroli, maka dapat diasumsikan bahwa tidak ada kegiatan patroli. Pebisnis dapat menolak perusahaan jasa keamanan bila tidak ada aktivitas patroli keamanan.&lt;br /&gt;Laporan aktivitas dan kejadian di lokasi patroli merupakan hal yang penting bagi pemilik bisnis. Ini merupakan salah satu bentuk pengawasan kegiatan pengamanan yang telah disetujui antara pemilik bisnis dan pengelola keamanan. Laporan juga harus menjabarkan kondisi jalan di sepanjang wilayah yang diperiksa, sekalipun tidak ada aktivitas mencurigakan.&lt;br /&gt;Laporan kejadian disusun ketika terjadi suatu peristiwa yang harus dilaporkan secara detail. Laporan kejadian tidak harus selalu berhubungan dengan kejahatan. Laporan kejadian intinya mencatat apa yang diperhatikan petugas keamanan, apa yang mereka lakukan, dan sedang apa petugas tersebut pada saat kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pengawasan. &lt;/span&gt;Salah satu titik lemah pelaksanaan patroli keamanan adalah pengawasan petugas patroli. Terkadang, jika tidak diawasi ketat, patroli tidak dilaksanakan atau bahkan dilaksanakan seperlunya saja. Pelaksanaan patroli keamanan haruslah ditekankan dan merupakan faktor terpenting. Hal terburuk adalah jika petugas patroli memalsukan laporan patroli atau membuat laporan patroli padahal mereka tidak melakukan patroli. Untuk mencegah masalah ini, harus ada penekanan bahwa proses pengawasan patroli tetap berjalan sekalipun tidak diawasi secara langsung. Ada beberapa cara mengawasi pelaksanaan patroli seperti menempatkan pengawas di lokasi, memasang peralatan elektronik di lokasi patroli, atau petugas patroli diharuskan mengisi absensi masuk dan keluar selayaknya pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Security Journal Volume III/8/Agustus 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-8432490673440112522?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/8432490673440112522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=8432490673440112522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8432490673440112522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8432490673440112522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/patroli-keamanan.html' title='Patroli Keamanan'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-8287868825314256864</id><published>2008-02-11T20:42:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T01:44:39.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>50 Tahun Diterapkannya Criminal Profiling</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Tulisan ini dimuat untuk menghormati upaya aparat penegak hukum mencegah aksi salah tangkap dan memajukan teknik investigasi aksi kejahatan melalui profiling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 16 tahun, George ‘mad bomber’ Metesky berhasil mengelabui kepolisian New York dengan menanam sekitar 30 bom berdaya ledak rendah sepanjang tahun 1940 hingga 1956 di bioskop, telepon umum, dan fasilitas publik lainnya. Para penyelidik yang frustrasi meminta bantuan psikolog James Brussel, anggota dewan kesehatan mental masyarakat kota, untuk mendeskripsikan pelaku. Jawabannya sederhana: pelaku belum menikah, orang asing, terdidik, memasuki usia 50 tahun, menetap di Connecticut, memiliki obsesi dengan balas dendam terhadap Con Edison—bom pertama meledak perusahaan energi milik Con Edison yang terletak di Jalan Raya 67.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sebagian besar jawaban Brussel berdasarkan akal sehat semata, namun ada pula yang berdasarkan konsep-konsep psikologi. Misalnya, dia mengatakan bahwa sikap paranoia cenderung memuncak di usia 35 tahun. Bila pelaku pada saat meledakkan bom pertama berusia 35 tahun, maka pada tahun 1956 dia berusia 51 tahun. Profil ini langsung mengarahkan polisi ke Metesky, yang akhirnya tertangkap pada Januari 1957 dan mengakui perbuatannya. James Brussel membangun profil pelaku peledakan bom dengan memeriksa TKP dan memperhatikan surat yang ditinggalkan oleh pelaku. Profil yang dibangun menjabarkan kepribadian pelaku yang akurat seperti perkiraan lokasi rumahnya dan jenis pakaian yang dipakai. Aparat kepolisian kemudian mengaplikasikan standar yang sama dalam menyeleksi perkiraan tersangka dan penangkapan terhadap tersangka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pada tahun-tahun berikutnya aparat kepolisian New York dan kota lainnya selalu berkonsultasi dengan psikolog untuk membangun profil tersangka yang sulit dikejar oleh aparat keamanan. Sebagai sebuah ilmu, ‘profiling’ telah menarik perhatian publik terutama sekali karena film ‘Silence of the Lamb’ dan serial TV ‘Profiler’. Proses ‘profiling’ juga memiliki nama lain seperti “analisis investigasi kejahatan”, “investigasi psikologis”, dan “penyelidikan tindak kejahatan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Terlepas dari nama-nama yang dipergunakan, semua teknik yang dipakai menuju pada tujuan yang sama, membantu penyidik untuk menemukan bukti-bukti di TKP dan mengolah laporan saksi dan korban untuk memperoleh deskripsi pelaku. Deskripsi ini dapat berupa variabel psikologis seperti pola perilaku, kegemaran pribadi, dan psikopatologi, termasuk juga variabel demografis seperti usia, ras, dan lokasi geografis. Penyidik dapat mempergunakan ‘profiling’ untuk mengerucutkan jumlah calon tersangka atau mengetahui bagaimana menyidik tersangka yang ternyata sudah berada di tahanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Harvey Schlossberg mengembangkan profil pelaku kejahatan berdasarkan kasus-kasus yang dilakukan oleh para penjahat. Dia mengelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan apakah kemungkinan pelaku berasal dari keluarga tidak harmonis? Dia menyusun semua daftar ini dan melihat apakah jawaban-jawaban tertinggi dalam penelitiannya muncul dalam kasus-kasus kejahatan yang muncul . Teknik identifikasi pelaku bukanlah konsep baru. Berbagai kegagalan dan keberhasilan menyertai perkembangan ilmu ‘profiling’. Misalnya kegagalan dalam kasus “Pencekik dari Boston”. Para psikolog menilai pelaku sebagai sepasang guru sekolah yang diperkirakan homoseksual dan penyendiri. Kenyataannya, pelaku sebenarnya, Albert DeSalvo, adalah pria dengan orientasi seks normal, pekerja bangunan, dan tinggal harmonis bersama keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Konsep dasarnya adalah perilaku merefleksikan kepribadian. Tujuan utama ‘profiling’ adalah membantu sistem peradilan dalam memerangi kejahatan. Aktivitas ‘profiling’ harus dapat menunjang aparat hukum dengan elaborasi terhadap pelaku kejahatan. Elaborasi ini harus mengandung informasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan psikologis pelaku dan juga hal-hal lain seperti usia, ras, jenis kelamin, jenis pekerjaan, agama, status pernikahan, dan pendidikan. Profil yang terbangun dapat mengurangi wilayah penyidikan polisi agar hasil yang diperoleh dapat maksimal, serta memprediksi kemungkinan aksi serupa dan sasaran yang diincar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Identifikasi pelaku dapat juga membantu penyelidikan dengan mengusulkan teknik-teknik interogasi yang efektif, berkaitan dengan tipologi pelaku. Tidak semua pelaku atau tersangka akan bereaksi sama terhadap sebuah pertanyaan. Satu teknik interogasi yang efektif terhadap satu tersangka belum tentu sesuai untuk tersangka lainnya. Istilahnya ‘tidak semua pembunuh berantai membunuh dengan alasan yang sama’. Oleh karena itu, seorang penyidik haruslah kaya strategi investigasi dan interogasi. (*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;Sumber &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lea Winerman. Criminal Profiling: The Reality Behind The Myth. APA Publication, 2004. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;www.apa.org/monitor/julaug04&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Peter Siggins. Racial Profiling in an Age of Terrorism. 2002. USA: St. Clara University&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;Security Journal Volume III/12/Desember 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-8287868825314256864?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/8287868825314256864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=8287868825314256864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8287868825314256864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8287868825314256864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/criminal-profiling.html' title='50 Tahun Diterapkannya Criminal Profiling'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-4993976609026142068</id><published>2008-02-11T20:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T20:09:59.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>Berhati-hati Memilih Tabung Gas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pemerintah Indonesia kini tengah menggalakkan kampanye penggunaan gas LPG sebagai proses diversifikasi dan pernghematan bahan bakar minyak yang melonjak harganya di pasar Internasional. Jumlah pengguna gas LPG di Indonesia diperkirakan lebih dari 10 juta jiwa mulai dari ibu rumah tangga, pengelola kafe, restauran, hotel, pengguna mobil pribadi, rumah sakit, dan industri. Akan tetapi, penggunaan gas LPG yang tidak diikuti oleh proses perawatan dan pengabaian terhadap standar keamanan penggunaan gas LPG, akan menimbulkan ancaman ledakan dan kebakaran akibat gas di lokasi pengguna gas. Selama ini, kasus meledaknya tabung LPG memang tidak menonjol, namun tetap dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi manusia dan benda-benda di sekitarnya.&lt;br /&gt;Di pasaran beredar beragam jenis tabung LPG untuk keperluan rumah tangga dan bisnis. Kemasan paling populer bagi rumah tangga dan bisnis kecil/menengah adalah tabung LPG yang memiliki berat bersih 12 kg, dengan berat tabung 15 kg. Berat tabung LPG sendiri bervariasi antara 14 kg hingga 16 kg, tergantung jenis material dan komponen lainnya. Selain itu, ada juga kemasan tabung LPG kecil dengan berat tabung 8 kg dan 3,8 kg untuk pengguna yang lebih ekonomis.&lt;br /&gt;LPG yang dipergunakan di Indonesia merupakan kombinasi dua jenis hidro karbon dari golongan alkana, yakni propana dan butana Kedua gas ini sebenarnya tidak berbau, tidak berwarna, dan mudah terbakar. Itulah sebabnya kandungan gas LPG ditambah pewangi dari senyawa sulfur, supaya keberadaan atau kebocorannya mudah tercium. LPG tidak menyebabkan baja berkarat, tetapi dapat merusak karet. Oleh karena itu, karet segel tabung dan selang regulator harus terbuat dari bahan karet sintetis khusus. Bentuk kemasan tabung LPG didesain sedemikian rupa agar tetap aman bagi pengguna. Bahan baku bajanya harus terdiri atas dua bagian persis seperti kapsul obat. Tabung gas harus menjalani tes ledakan dengan cara mengisi tabung dengan air atau oli hingga pecah. Berdasarkan hasil dari proses ini akan diketahui tekanan maksimum yang dapat ditoleransi. Setelah tabung lolos dari tes ledakan, maka tabung harus melalui uji heat treatment untuk mencapai struktur mikro ideal. Setelah itu, tabung dibersihkan dengan pasir baja, dicat secara otomatis, sebelum akhirnya direndam ke dalam air untuk memantau kemungkinan adanya kebocoran.&lt;br /&gt;Setiap tabung harus ditimbang, karena berat satu tabung tak akan sama dengan tabung lainnya, dan ini mempengaruhi ketepatan isi LPG. Di setiap tabung akan tercantum logo yang menunjukkan batas akhir masa edar tabung yang berlaku selama lima tahun. Kalau sebuah tabung diuji pada tahun 2003, paling lambat lima tahun kemudian tabung itu sudah harus diuji kembali. Volume pengisian tabung gas tidak boleh melebihi 80% kapasitas tabung, karena sisa ruangan sengaja di kosongkan untuk mengantisipasi pemuaian gas, akibat kenaikan suhu. &lt;br /&gt;Pemerintah tengah berupaya menekan peredaran tabung gas palsu yang harganya lebih murah. Tabung-tabung gas palsu umumnya merupakan produksi dari luar dan dalam negeri dengan memakai logo yang sama persis dengan milik Pertamina. Tabung-tabung ilegal ini masuk ke pasar dan langsung diterima oleh konsumen tanpa ada inspeksi dan sertifikasi. Tabung-tabung gas palsu ini sangatlah berbahaya karena ada kemungkinan tabung tersebut bocor atau tidak sesuai dengan tekanan gas LPG yang dipergunakan di Indonesia sehingga mudah meledak.&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang dapat menjadi acuan bagi anda pengguna gas LPG agar anda dapat mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja dan rumah anda. Pertama, 80% permukaan tabung LPG harus tertutup cat. Sedikit karat masih diizinkan, asal tidak terlalu dalam. Kedua, tabung yang bagian bawahnya berkarat sebaiknya dihindari karena lebih kritis terhadap kebocoran. Ketiga, berat tabung harus tepat. Terlalu berat atau terlalu ringan dampaknya sama-sama merugikan. Keempat, Segel yang menutupi valve tabung tak boleh sobek atau tampak bekas diutak-atik. Kelima, Pilih tabung yang usia pakainya masih panjang. Keenam, Pilih tabung yang memiliki valve ulir baik. Jenis valve ulir bisa ditemui pada tabung LPG 5,5 kg dan 2,65 kg. Tabung isi 12 kg dilengkapi valve jenis alur klem. Tipe ulir lebih aman terhadap kebocoran dari dalam tabung, namun lebih rumit memasang regulatornya. Tipe alur klem sebaliknya, mudah dalam pemasangan regulator, namun regulatornya masih dapat berputar meskipun klem sudah dikunci. Ketujuh, Tabung LPG harus disimpan dalam posisi berdiri dengan valve di atas untuk meminimalkan bahaya jika bocor. Kedelapan, Jika mencium bau gas, segera matikan kompor gas dan alat listrik lain yang bisa menimbulkan percikan api. Tutup katup regulator, buka lebar-lebar pintu, jendela, dan semua ventilasi. Kesembilan, Menghabiskan gas LPG di dalam tabung sebelum menukar tabungnya dengan yang baru. Tanpa disadari, tabung LPG yang dikembalikan ke perusahaan isi ulang rata-rata masih tersisa sedikit gas namun tidak memiliki cukup tekanan untuk tersalur ke peralatan yang menggunakan gas, sehingga pengguna memperkirakan tabung telah kosong. Kesepuluh, memeriksa regulator agar tetap berfungsi optimal, karena umumnya ada banyak endapan yang menyumbat saluran gas LPG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;Security Journal Volume III/2/Februari 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-4993976609026142068?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/4993976609026142068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=4993976609026142068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/4993976609026142068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/4993976609026142068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/berhati-hati-memilih-tabung-gas.html' title='Berhati-hati Memilih Tabung Gas'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-5702311986240254638</id><published>2008-02-11T19:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T01:45:36.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>K9 dan Bomb Identity</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 204, 204);"&gt; Sebuah ledakan bom akan meninggalkan residu dan pecahan-pecahan material yang sebelumnya terangkai sebagai sebuah bom. Seorang petugas penjinak bom berpengalaman dapat mengidentifikasi dan mengenali jenis bom yang dipakai, pemicu, hingga daya ledak yang dihasilkannya, hanya dengan mencium bau sisa residu bom, pecahan detonator, serta sisa-sisa material yang terdapat di lokasi ledakan. Bom terdiri dari dua jenis, yakni bom buatan pabrik dan bom rakitan.&lt;br /&gt;Sebuah bom hanya dapat dibuat oleh orang-orang yang terbiasa dan memahami benar karakteristik bahan kimia, bentuk, dan cara kerja sebuah bom. Aparat TNI dan Polri sekalipun tidak semuanya mampu merakit bom. Seorang ahli perakit bom sekalipun tidak tertutup kemungkinan salah dalam melakukan perakitan. Berkaca dari beberapa kasus ledakan bom kecil di kawasan Cimanggis, Sukabumi, dan Jakarta beberapa tahun silam, pelaku teroris ditenggarai tengah mempersiapkan bom rancangannya namun meledak karena adanya kesalahan dalam mencampur bahan kimia.&lt;br /&gt;Bom buatan pabrik yang siap untuk digunakan umumnya diperuntukkan bagi keperluan perusahaan tambang dan militer, sedangkan kelompok teroris yang beraksi di Indonesia umumnya menggunakan bom rakitan yang terdiri dari bahan-bahan kimia pembakar dan penguat ledakan. Mayoritas bahan peledak yang digunakan adalah low explosive seperti potasium nitrat, amonium nitrat, powergel, black powder, dan TNT. Akan tetapi pada beberapa aksi pemboman kelompok teroris juga menggunakan bahan high explosive seperti C4, RDX, HMX, uranium, dan plutonium. Unsur-unsur yang sering digunakan dalam merangkai sebuah bom adalah bahan-bahan kimia yang dipadatkan dan dicampur ke dalam kontainer atau wadah untuk kemudian disambungkan dengan sumbu api dan sumbu ledak yang dirangkai dengan sumber tenaga dan pemicu. Sedangkan untuk bahan pembakar yang dapat menghasilkan gelombang api dan panas, umumnya dipergunakan bensin.&lt;br /&gt;Rangkaian bahan kimia yang akan dipergunakan sebagai bom rakitan ini dipadatkan ke dalam kontainer atau wadah yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Bom berdaya ledak besar umumnya menggunakan pipa besi, pipa paralon, atau bahkan jerigen yang kemudian dirangkai dengan sumbu api dan sumbu ledak yang umumnya sudah didesain ke dalam satu rangkaian. Warna kabel sumbu api selalu berwarna merah, sedangkan sumbu ledak umumnya berwarna kuning, hijau atau biru, tergantung negara pembuatnya. Rangkaian ini kemudian disambungkan ke sumber tenaga yang umumnya berupa baterai untuk menghidupkan timer dan detonator.&lt;br /&gt;Sebuah bom memiliki apa yang disebut dengan bomb identity. Sebuah identitas yang dapat menunjukkan karakteristik dari pembuatnya. Seorang perakit bom yang terlatih dan berpengalaman akan memiliki ciri khas dalam pemilihan bahan peledak, desain pemicu, baterai, dan proses peledakkannya. Teroris umumnya meledakkan bom dengan memasang waktu sehingga ada nuansa ketakutan dari para calon korbannya sebelum bom tersebut akhirnya meledak atau dijinakkan oleh aparat. Ada rasa kepuasan tersendiri dari pelaku teror ketika bomnya bekerja dengan baik dan mengenai sasarannya. Begitu pula dengan bahan peledak yang dipilih. Apabila perakit bom terbiasa menggunakan satu jenis bahan peledak, maka ia akan menggunakan bahan tersebut di setiap rakitan bom yang dipergunakannya.&lt;br /&gt;Bom bunuh diri juga merupakan satu bentuk kecenderungan yang dapat dikategorikan sebagai bomb identity. Pembawa bom bunuh diri hanyalah alat yang diintegrasikan dengan bom sebagaimana remote control atau timer yang dipakai untuk meledakkan bom. Jika menilik dari berbagai kasus aksi pemboman di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok Azahari dan Noordin M Top, maka bomb identity kelompok ini dapat diidentifikasi. Kelompok ini diduga menggunakan TNT sebagai bahan peledak utama dengan bahan-bahan kimia sebagai pembakar dan penguat ledakan. Baterai yang dipergunakan selalu baterai kotak 9 volt.&lt;br /&gt;Cara termudah untuk mendeteksi keberadaan bom adalah dengan menggunakan anjing K9 yang sudah terlatih. Zat-zat dari sumbu ledak dan sumbu api dapat dideteksi oleh anjing K9 karena setiap benda prinsipnya memiliki pori-pori yang dapat menguap dan mengeluarkan bau yang khas. Anjing K9 dapat dilatih untuk mengenali dan membaui beragam jenis bahan peledak. Tahap awal latihan deteksi bahan peledak bagi anjing K9 umumnya diawali pada pengenalan bahan peledak di ruangan terbuka agar anjing K9 dapat mengenali bau bahan peledak. Tahap pelatihan selanjutnya adalah mengidentifikasi bahan peledak yang tersimpan dalam bentuk paket atau di dalam tas, dan latihan akhir adalah pada pengidentifikasian bahan peledak di tempat ramai. Kesulitan terbesar dalam latihan ini adalah sulitnya mencari lokasi ramai yang dapat menjadi tempat latihan deteksi bom karena pengelola lokasi bisnis umumnya menolak kalau lokasinya menjadi tempat latihan deteksi bom. Padahal tahap ini penting agar anjing K9 terbiasa dengan lokasi ramai dan terlatih dalam mendeteksi bahan peledak yang tersamar dengan bau-bau lainnya. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Narasumber: Agung Raka (explosive detection K9 trainer)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Security Journal Volume III/I/Januari 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-5702311986240254638?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/5702311986240254638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=5702311986240254638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/5702311986240254638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/5702311986240254638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2008/02/k9-dan-bomb-identity.html' title='K9 dan Bomb Identity'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-4752150152051790863</id><published>2007-11-16T18:59:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T05:59:37.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Security Journal'/><title type='text'>Belajar Disaster Management dari Negeri Seberang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/R0b1eP8GT6I/AAAAAAAAAAk/GlCJYfHZWO4/s1600-h/gempa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 249px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/R0b1eP8GT6I/AAAAAAAAAAk/GlCJYfHZWO4/s320/gempa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136062325086113698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     Ketika terjadi gempa bumi di Kanto yang menghancurkan kota Tokyo pada tahun 1923, para pakar gempa Jepang memprediksikan bahwa gempa akan kembali terjadi di Tokyo dalam 50-60 tahun ke depan. Penduduk Tokyo selama puluhan tahun menunggu penuh kecemasan terhadap datangnya gempa dahsyat itu. Tapi apa yang terjadi? Ternyata gempa besar muncul 72 tahun kemudian di Kobe yang berjarak 500 km sebelah barat Tokyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Ketika upaya memprediksi gempa bumi belum menunjukkan hasil akurat, maka usaha terbaik mengantisipasi gempa bumi adalah dengan mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan oleh bencana itu sendiri. Upaya ini perlu untuk meningkatkan ketahanan dan kesiagaan masyarakat menghadapi bencana alam sehingga risiko bencana alam dapat dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Langkah pertama adalah mengenali karakteristik gempa dan merencanakan bagaimana mengantisipasi dampaknya. Berangkat dari informasi ini, mitigasi fisik (tata ruang dan kode bangunan) dan non-fisik (pendidikan dan pelatihan) akan dilakukan secara terarah. Berkat konsep mitigasi terpadunya, pemerintah Jepang, mampu mengatasi bencana gempa bumi Kobe pada tahun 1995 yang berkekuatan 7,3 skala Richer dalam waktu cepat. 1,4 juta sukarelawan terlatih dari seluruh Jepang datang ke Kobe, bekerja menyelamatkan korban, dan merekonstruksi semua bangunan dan fasilitas umum yang hancur. Rekonstruksi bangunan di kota Kobe setelah gempa tahun 1995 mengacu pada rancangan bangunan-bangunan antigempa. Pemerintah Jepang mendukung sepenuhnya dana pembangunan gedung-gedung dan bangunan antigempa agar rakyat Kobe merasa aman jika menghadapi gempa besar di masa datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Selain Jepang, India juga dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan disaster management. India, dalam menangani korban tragedi tsunami tahun 2004 yang lalu, dinilai berhasil oleh PBB dan dijadikan contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi bencana. Pemerintah India membentuk lembaga khusus yang mampu bergerak cepat menangani bencana alam. Pemerintah India membentuk satuan khusus untuk mengatasi berbagai jenis bencana alam. Di samping itu, pemerintah mengadakan pelatihan-pelatihan rutin kepada masyarakat untuk menghadapi bencana alam kapan pun dan di mana pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Untuk mengatasi kebutuhan dana mitigasi yang besar, pemerintah India membentuk Calamity Relief Fund di semua negara bagian. Hal itu memungkinkan pemerintah negara bagian dengan cepat memberikan respons dan bantuan bila terjadi bencana alam. Dana di tingkat negara bagian dilengkapi National Calamity Contingency Fund, semacam dana darurat tingkat nasional yang dapat dicairkan dalam waktu singkat untuk kebutuhan korban bencana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Langkah Preventif Taktis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Gempa tidak dapat diprediksikan, namun manusia dapat mengurangi kemungkinan kerusakan dan jumlah korban akibat gempa. Rentang waktu kejadian gempa di satu wilayah yang sama sebenarnya cukup panjang. Akan tetapi, masyarakat Indonesia cenderung melupakan kejadian sebelumnya sehingga mengesampingkan proses persiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pengusaha adalah dengan mendesak pemerintah untuk terbuka mengenai wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia. Informasi peta wilayah rawan bencana ini penting untuk diketahui masyarakat, terutama sekali di era otonomi daerah yang mempercepat proses pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Kejelasan informasi ini tentunya dapat mendesak pemerintah daerah menyusun regulasi yang sesuai dengan kerawanan wilayahnya dan di sisi lain menggugah pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ancaman bencana di daerahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Menciptakan disaster management yang baik tentunya memakan waktu yang cukup lama, karena prosesnya adalah trial and error. Kebijakan mengenai wilayah bencana umumnya didasarkan pada catatan kejadian masa silam dan hanya teruji kesahihannya bila bencana kembali menyerang. Langkah preventif yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan mengasuransikan semua aset fisik yang rawan kerusakan akibat bencana alam seperti bangunan, kendaraan, dan prasarana penting lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;    Apa yang dilakukan oleh Jepang dan India dalam mempersiapkan warga negaranya menghadapi bencana dapat menjadi pelajaran yang baik untuk Indonesia. Pendekatan yang integratif dan holistik dalam menangani berbagai kasus bencana alam serta bagaimana menghadapinya di masa depan merupakan kunci bagi terciptanya sebuah disaster management yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="color: rgb(204, 204, 204); text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(Security Journal Volume III/7/Juli 2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-4752150152051790863?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/4752150152051790863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=4752150152051790863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/4752150152051790863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/4752150152051790863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2007/11/disaster-management-belajar-dari-jepang.html' title='Belajar Disaster Management dari Negeri Seberang'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/R0b1eP8GT6I/AAAAAAAAAAk/GlCJYfHZWO4/s72-c/gempa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285734203646618664.post-8783952565704335911</id><published>2007-11-12T23:32:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T06:00:11.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unpublished Articles'/><title type='text'>MEMILIH HELM YANG BENAR</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/RzqBEBmh34I/AAAAAAAAAAU/vqO3p-l0ykk/s1600-h/helm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 92px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/RzqBEBmh34I/AAAAAAAAAAU/vqO3p-l0ykk/s320/helm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132556631491600258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kecepatan sepeda motor saat ini bahkan hampir setara dengan kecepatan mobil. Dengan demikian tubuh pengendara sepeda motor praktis tak mendapatkan perlindungan memadai terhadap benturan dengan benda keras bila terjatuh atau tabrakan. Salah satu bagian tubuh vital yang tidak terlindung saat menunggang motor adalah kepala. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 23 Ayat 1.e dan 2 mewajibkan setiap pengendara dan penumpang sepeda motor roda dua untuk mengenakan helm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat ini ada tiga jenis helm yang banyak dipergunakan oleh para pengendara sepeda motor. Sebagian besar pengendara dan penumpang motor memakai helm jenis batok, yang bentuknya seperti batok kelapa dibelah dua terbuat dari bahan plastik yang mudah pecah, dan fungsinya hanya melindungi bagian atas kepala karena dipakai seperti topi. Ini jenis helm yang tidak benar karena tidak dapat melindungi kepala ketika terjadi kecelakaan atau terjadi benturan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Helm jenis kedua adalah helm tipe 3/4 atau disebut half-face. Ini adalah helm standar minimal yang dapat melindungi kepala pengendara motor. Berbeda dengan helm batok yang hanya berbentuk seperti topi, helm half face berbentuk 3/4 lingkaran yang sudah menutup bagian atas kepala, dahi, pipi, hingga bagian belakang kepala yang sangat berisiko apabila terkena benturan. Benturan keras pada kepala bagian belakang bisa mengakibatkan cidera parah pada otak dan saraf tulang belakang. Hal ini bisa menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian bagi seseorang. Akan tetapi, beberapa kekurangan pada helm 3/4, adalah minimnya perlindungan pada bagian muka, mata, dagu, dan mulut. Oleh karenanya sejumlah produsen helm kini memasang kaca pelindung pada bagian depan helm half-face. Selain dapat mengurangi tiupan angin, juga dapat melindungi mata dan wajah dari debu atau kerikil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jenis helm yang direkomendasikan adalah helm tipe full-face. Seperti namanya, helm ini menutup kepala secara keseluruhan. Helm jenis ini menjadi perangkat standar keselamatan pertama yang digunakan pada pembalap motor profesional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna motor saat memilih dan mengenakan helm. Pertama, pergunakanlah helm yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-1811-1990. Umumnya produsen mencantumkan logo SNI pada helm sebagai tanda bahwa kualitasnya sesuai dengan standar yang berlaku seperti, adanya lapisan busa dan bahan peredam guncangan, serta kain pelapis yang terasa lembut pada kulit dan menyerap keringat. Bahan-bahan inilah yang menentukan cengkeraman helm di kepala. Ada helm jenis half-face dan full-face yang diproduksi tidak sesuai standar SNI sehingga justru menimbulkan gangguan bagi pengendara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua, pengendara sebaiknya mencoba helm sebelum membeli. Pada saat dipakai, helm harus pas dengan ukuran kepala dan terasa nyaman. Helm tidak boleh terlalu ketat dan terlalu longgar. Helm yang tidak pas akan menimbulkan rasa sakit dan gangguan konsentrasi saat berkendara. Pastikan helm memiliki tali dan kunci pengikat yang cukup kuat. Kalau tidak, dalam kondisi terjatuh atau tabrakan, helm dapat terlepas dari kepala pemakainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketiga, pergunakanlah helm yang memiliki kaca pelindung muka. Apabila tidak ada, selalu pakai kacamata untuk melindungi mata. Selain untuk melindungi mata dari debu dan angin, pelindung muka juga membuat mata tidak cepat lelah. Pergunakanlah helm berwarna cerah seperti yang ditambah lapisan scotchlite yang dapat memantulkan sinar lampu pada malam hari. Tujuannya adalah agar pengendara motor mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keempat, Perhatikan lubang-lubang yang ada di helm, terutama untuk pernapasan dan pendengaran. Apa pun jenis helmnya, pengendara harus dapat bernapas dengan lancar dan teratur, serta mendengar suara dari luar dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Jakarta, November 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285734203646618664-8783952565704335911?l=cantrikmodern.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/feeds/8783952565704335911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285734203646618664&amp;postID=8783952565704335911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8783952565704335911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285734203646618664/posts/default/8783952565704335911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantrikmodern.blogspot.com/2007/11/helm-yang-baik-dan-benar.html' title='MEMILIH HELM YANG BENAR'/><author><name>Anggoro Purwoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08055471609076365745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i220.photobucket.com/albums/dd10/angganfield/blessed.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QDIerBFTqlk/RzqBEBmh34I/AAAAAAAAAAU/vqO3p-l0ykk/s72-c/helm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
