Mempergunakan Pagar Listrik

Pagar berlistrik dipakai untuk menghasilkan aliran listrik ketika disentuh oleh manusia ataupun hewan. Sebuah komponen yang disebut “pembangkit” mengalirkan energi listrik agar dapat menjadi tenaga kejut elektrik. Satu terminal “pembangkit” mengalirkan listrik ke seluruh kawat pagar setiap detiknya. Satu terminal lainnya terhubung dengan besi yang tertanam ke dalam tanah. Manusia atau hewan yang menyentuh kawat tersebut dan berada tepat di atas tanah, maka akan merasakan kejutan yang menyakitkan akibat aliran tenaga elektrik tersebut. Efek dari kejutan tersebut tergantung pada besarnya tenaga listrik yang disalurkan dan gelombang elektrik yang dirasakan, sehingga luka yang dihasilkan sangat bervariasi mulai dari cedera ringan hingga luka bakar yang dapat berakhir dengan kematian.
Pembangkit tenaga yang dihidupkan dengan tombol manual mengubah tenaga listrik menjadi gelombang elektrik. Gelombang ini merambat dengan jangkauan tidak terbatas dan besarnya kejutan tidak dapat diperkirakan, mulai dari kejutan kecil di kuli hingga gelombang elektrik berkekuatan 10.000 volt yang dapat turun dengan seketika bergantung kondisi pagar yang dialiri gelombang elektrik. Model tombol manual ini ternyata mudah rusak, sehingga diganti dengan sirkuit padat yang mengaktifkan gelombang elektrik dengan daya tahan yang lebih baik, namun tidak mengubah daya listrik yang dialirkan.
Pagar listrik ini cukup populer di masa perang dunia dan masih dipergunakan hingga saat ini, walaupun popularitasnya sudah jauh menurun. Pagar listrik yang terbuat dari bahan penghantar listrik tegangan rendah yang modern mempergunakan desain yang berbeda. Kapasitor dialiri listrik oleh sirkuit padat berdasarkan hasil kontak pagar dengan manusia atau hewan. Voltase listrik berada dalam tegangan stabil dalam batas tegangan listrik. Besar gelombang elektrik yang dihasilkan lebih rendah, sekitar 10 microseconds. Desain ini dapat bekerja dengan sumber tenaga baterai atau listrik.
Pagar listrik permanen dibangun dengan teknik pagar HT, mempergunakan kawat baja sebagai penghantar listrik. Kawat ini tidak boleh menyentuh tanah dan harus dilapisi dengan isolator yang baik. Alat “pembangkit” energi menghasilkan energi gelombang elektrik di antara dua terminal, yang merambat perlahan dan berulang setiap satu hingga dua detik. Desain ini hanya aktif bila ada hewan atau manusia yang menyentuh pagar sehingga menjadi konduktor listrik kedua terminal. Efeknya memang tidak menyenangkan, dan bagi hewan, akan menjadi peringatan agar tidak lagi mendekati kawasan tersebut. Pagar jenis ini rendah kemungkinannya membunuh atau mencederai hewan atau manusia yang menyentuhnya, namun gelombang elektriknya mengejutkan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman saat kontraksi otot.
Tidak seperti manusia, hewan memiliki lapisan kulit tubuh yang sangat tebal. Oleh karenanya, ketika manusia hanya sanggup menahan kejutan listrik sebesar 100 volt, maka pemilik perkebunan atau peternakan memerlukan daya listrik yang lebih besar agar dapat menghalau hewan di sekitar lokasi. Daya listrik yang besar menghasilkan gelombang elektrik yang berloncatan di udara dan menyergap lapisan kulit hewan dengan mudahnya.

Pemeriksaan Pagar: Kapan dan Apa yang Diperiksa
Pagar elektrik ada baiknya diperiksa setiap hari pada Minggu pertama setelah pagar terpasang sebagai kepastian bahwa pagar dialiri listrik. Setidaknya pemilik lokasi akan merasa tenang bahwa pagar akan bekerja baik untuk menghalau binatang dan penyusup masuk ke lokasi. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan secara rutin setiap minggunya. Akan tetapi, pemeriksaan secara rutin dalam hitungan hari diperlukan bila intensitas hewan yang melalui kawasan tersebut cukup tinggi.
Pada saat pemeriksaan, koneksi antara sumber tenaga dengan “pembangkit” diperiksa dengan benar, begitu pula koneksi “pembangkit” ke tongkat besi yang menghunjam ke tanah dan “pembangkit ke kawat pagar. Jika semua koneksi ini tersambung, maka harus diperiksa keberadaan aliran listrik di kawat tersebut dan gunakan alat pengukur untuk memeriksa voltase listriknya. Ketika listrik mengalir di kawat-kawat pagar, terkadang ada sinyal berupa percik bunga api. Jika pagar dipasang di tempat yang luas, maka pengujian aliran listrik dilakukan pada jarak setiap 100 meter untuk memeriksa bahwa tidak ada pagar yang rusak. Jika ada bagian pagar yang rusak, maka pemeriksaan jaringan dalam radius yang sama harus diperiksa juga. Seluruh pagar pada akhirnya harus diperiksa dan setiap bagian yang rusak dihilangkan. Selain itu, penyemprotan pestisida perlu dilakukan untuk mencegah tumbuhnya tanaman di sekitar pagar, karena tanaman yang merambat di pagar akan mengurangi tenaga listrik yang dialirkan.

Memeriksa Kekuatan Gelombang
Sebuah alat elektrostatik kilovolt meter, umumnya antara 0-10 kilovolt, akan memberikan petunjuk apakah pagar tersebut dialiri listrik atau tidak, dan memperkirakan kemungkinan daya rusak yang dihasilkan pagar tersebut. Oleh karenanya, tujuan pemasangan pagar harus diikuti dengan pemilihan “pembangkit” tenaga yang cocok. Misalnya, tenaga listrik harus dijaga sekitar 4-6 kilovolt. Jika tenaga turun hingga di bawah 4 kv, baterai “pembangkit” harus segera diganti dan pagar diperiksa untuk menemukan kemungkinan adanya kerusakan. Akan tetapi, volt meter tidak menunjukkan tenaga yang tersedia untuk gelombang elektrik yang mengejutkan.
Sebuah alat joulemeter baik dalam ukuran milijoules atau joule umumnya dipergunakan untuk mengukur tenaga yang ada di pagar. Ukuran ini berguna untuk memberikan indikasi kekuatan tegangan yang akan dialami oleh hewan atau manusia yang menyentuh pagar tersebut dan besarnya tenaga listrik yang dilontarkan. (*)

Tidak ada komentar: